Web Inspirasiku

Semua hal tentang si penulis blog web inspirasi ini ^_^..Anyoeng

Wawasan buat yang suka Fotografi kayak aq,,hehe..klik sini ajah.

Here's an mp3 file that was uploaded as an attachment: Juan Manuel Fangio by Yue And here's a link to an external mp3 file: Acclimate by General Fuzz Both are CC licensed. Lorem ...

Some block quote tests: Here's a one line quote. This part isn't quoted. Here's a much longer quote: Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. In dapibus. In pretium pede. Donec ...

Mode Program Auto (P)
Tidak perlu penjelasan apapun, pada intinya kita percayakan pemilihan keseluruhan setting (shutter-aperture-ISO-White Balance & Flash jika ada) pada otak di kamera. Kamera akan berusaha menebak karakteristik seluruh objek dalam frame serta kondisi cahayanya lalu menentukan semua besaran setting diatas. Mode ini efektif untuk pemula, tetapi hanya menghasilkan foto yang benar namun bukan luar biasa.
Mode Portrait
Kamera akan memilih depth of field ( DOF ) yang sempit (angka aperture sekecil-kecilnya) sehingga objek yang di foto akan terisolasi dari background, sehingga ruang fokus hanya akan berada pada objek saja sementara background terlihat kabur. Mode ini biasanya dilambangkan dengan ikon foto orang close-up. Sangat baik untuk pemotretan manusia atau model.
Mode Macro
Mode ( biasa dilambangkan dengan ikon bunga ) ini diperlukan saat kita ingin mengambil foto benda-benda kecil dari jarak dekat (close- up). Dengan mode ini, kita bisa mendekatkan ujung lensa sedekat-dekatnya ( biasanya antara 2-8 cm dari objek ) sehingga benda sekecil apapun akan terlihat cukup besar dan detail. Dalam jarak sedekat ini, kita harus mengusahakan agar bidang objek yang difoto sejajar dengan kamera, dan sebisa mungkin menggunakan tripod sehingga hasilnya tajam dan bidang fokusnya cukup. Akan saya pakai saat:
- Memotret bunga, serangga, kupu-kupu, atau uang koin.
- Memotret makanan sehingga memenuhi seluruh frame foto saya.
Mode Sport
Mode ini dirancang untuk membekukan gerakan ( stop action ). Di mode ini, kamera akan mempercepat shutter speed secepat mungkin sehingga ketika membidik objek bergerak foto yang dihasilkan akan tetap tajam. Flash akan dimatikan dan hanya bekerja saat cahaya cukup.
Mode ini akan baik digunakan ketika:
- Memotret pemain bola yang sedang beraksi mengiring bola.
- Memotret sebuah mobil yang sedang melaju.
Mode landscape
Mode ini adalah kebalikan dari mode portrait. Kamera akan menggunakan angka aperture sebesar mungkin, sehingga bidang fokus foto (Depth of Field – DOF) bisa seluas mungkin. Dengan begitu keseluruhan bagian foto dalam frame akan tajam. Sesuai namanya, mode ini didesain dipakai saat kita memotret pemandangan alam, namun juga bisa digunakan saat memotret orang namun kita ingin background tetap terlihat tajam. Saya gunakan mode landscape saat:
- Memotret terasiring yang indah di Bali
- Memotret 10 orang yang berpose di depan Candi Borobudur.
Mode Night
Mode ini didesain untuk bekerja dalam kondisi cahaya yang minim, baik saat malam maupun kita berada dalam ruangan yang remang. Kamera akan menaikkan ISO supaya dalam kondisi remang-pun sensor masih mampu menangkap cahaya dengan baik. Mode ini di pakai saat:
- Mengambil foto dalam sebuah pesta malam
- Memotret jalanan dimalam hari.
Mode Beach / Snow
Menyeimbangkan eksposur supaya putih-nya salju atau pasir pantai tidak kehilangan detailnya dan juga tidak terlalu pucat dengan menaikkan esksposur. White balance diset di sinar matahari.
Mode Fireworks
Tanpa flash, shutter speed diset lumayan lama untuk merekam pergerakan percikan kembang api dengan baik. Mode ini sebaiknya diimbangi dengan memakai alat bantu untuk menstabilkan kamera supaya tidak goyang, misal tripod.



Mode Manual
Jika menggunakan mode manual, kita harus menseting sendiri bukaan diafragma dan kecepatan dengan berpatokan pada light meter kamera. Setiap kamera mempunyai light meter yang kepekaannya menyesuaikan dengan setting ISO yang sudah kita tentukan sebelumnya.
Mode Aperture Value (AV)
Pada mode AV atau prioritas diafragma, kita hanya men-setting bukaan diafragma sesuai dengan keinginan kita dan kamera akan menentukan kecepatan sesuai dengan intesitas cahaya yang ada dan setting ISO yang kita tentukan sebelumnya.
Mode Time Value (TV)
Pada mode TV atau prioritas kecepatan / shutter speed, kita hanya perlu menentukan kecepatan dan kamera akan memberikan bukaan diafragma yang sesuai dengan intensitas cahaya yang ada.
Mode Program (P)
Pada mode Program atau full auto, kamera akan menentukan semua setting kecepatan maupun bukaan diafragma sesuai dengan intensitas cahaya yang ada.

fitur live-view


Salah satu fitur baru pada kamera DSLR yang paling banyak menarik minat konsumen masa kini adalah fitur live-view. Bagi yang terbiasa memotret memakai kamera digital (termasuk kamera pada ponsel) tentu sudah terbiasa mengambil gambar mengandalkan preview pada layar LCD, sementara memotret memakai SLR sudah identik dengan mengintip jendela bidik (viewfinder), bukannya melihat melalui layar LCD. Dengan semakin murahnya harga kamera DSLR, semakin banyak pula pemakai kamera digital saku yang beralih ke DSLR, dan menemui kesulitan saat harus memotret tanpa bantuan layar LCD layaknya kamera saku. Banyak juga yang tidak habis pikir bagaimana mungkin kamera digital SLR yang nota-bene punya layar LCD kok layarnya tidak bisa dipakai untuk melihat preview foto yang akan diambil.

Seakan tak ingin mengecewakan mereka, kini produsen kamera DSLR mulai menjawab keluhan ini dengan mengimplementasikan fitur live-view yang menjadikan kamera DSLR dapat menampilkan preview gambar yang tertangkap lensa pada layar LCD. Keuntungannya, sang pemotret dapat mengevaluasi gambar yang akan diambil, termasuk warna, ketajaman, fokus dan eksposure. Selain untuk keperluan tersebut, live-view juga dipakai untuk memotret pada sudut yang sulit seperti memotret bunga sambil jongkok atau memotret overhead (posisi kamera diangkat diatas kepala-seperti pada saat konser musik). Meski demikian ada juga efek negatif dari pemakaian fitur ini, yaitu akan menguras daya baterai karena LCD yang terus menyala.

Fitur yang tergolong baru ini sebenarnya sudah diperkenalkan jauh sebelumnya oleh Olympus, sekaligus menjadi pionir dalam urusan live-view. Prinsipnya adalah bagaimana membuat gambar yang tertangkap lensa dapat ditampilkan di layar LCD sebelum shutter ditekan. Untuk itu, komponen sensor menjadi mutlak perlu dalam prinsip live-wiew. Masalahnya, terdapat perbedaan konsep dalam mendesain sensor untuk live-view ini, dimana ada yang memanfaatkan sensor kamera (baik CCD atau CMOS) untuk proses live-view (untuk efisiensi dan menekan biaya produksi), ada juga yang menyediakan sensor terpisah sehingga sensor utama hanya dipakai saat shutter ditekan saja. Apalagi ada anggapan bahwa saat kamera mengaktifkan fitur live-view akan membuat sensor terus-menerus terpapar oleh cahaya yang berpotensi membuat usia sensor berkurang.

Olympus merancang sistem ini pertama kali pada DSLR E-330 dengan memakai dua sensor yaitu sensor utama dan sensor khusus live-view, yang pada saat itu membuat sistem begini menjadi mahal dan rumit. Dengan mengevaluasi untung rugi dari konsep pertamanya, akhirnya Olympus menyederhanakan sistem live-view berikutnya menjadi hanya satu sensor. Tak lama berselang sistem live-view ini diadopsi dan disempurnakan oleh Panasonic (Lumix LC-10), Nikon (D-300) dan Canon (EOS 40D, EOS 450D) meski dengan beberapa perbedaan minor. Berita cukup menarik muncul saat Sony mengumumkan metode live-viewnya yang justru memakai dua sensor seperti Olympus generasi pertama, namun dengan klaim menjadi sistem live-view tercepat saat ini.

Kaitan antara live view dan auto fokus pada DSLR

Auto fokus pada kamera DSLR memiliki keunggulan dibanding kamera saku karena dilakukan memakai proses phase detect dibanding kamera saku yang memakai contrast-detect. Keunggulan utamanya adalah dalam hal kecepatan dan ketepatan mencari fokus. Dengan mengimplementasikan sistem live-view pada kamera DSLR, konsekuensi utamanya adalah proses auto fokus akan menjadi lebih rumit, yang berdampak pada penurunan kecepatan auto fokus itu sendiri, terutama pada sistem live-view dengan sensor tunggal. Ceritanya begini, karena sensor tunggal pada DSLR yang memakai mode live-view harus terus menerima cahaya dari lensa, maka cermin yang berada di depan sensor harus diturunkan (mirror-down). Efek turunnya cermin ini adalah sistem auto fokus kamera menjadi tidak berfungsi. Untuk itu, saat kamera harus mencari fokus (saat tombol shutter ditekan dan ditahan) maka cermin terpaksa harus kembali diangkat (mirror-up) dan otomatis menutupi sensor sehingga proses live-view akan terputus sesaat. Naik turunnya cermin setiap mencari fokus inilah yang membuat rumit dan menyita waktu saat memotret dengan memakai fitur live-view.

Pilihan mode live view pada 450DSebagai gambaran bolehlah saya ambil contoh kamera DSLR terbaru yang telah memiliki fitur live-view yaitu Canon EOS-450D yang berbasis sensor tunggal. Kamera ini memiliki keunggulan dalam keleluasaan pilihan mode auto fokus saat sedang memakai fitur live-view. Pilihan pertama adalah sistem auto fokus standar yang disebut Quick mode yaitu phase-detect, sementara pilihan kedua adalah Live mode yang memakai sistem auto fokus contrast-detect (lihat gambar disamping). Untuk memahami perbedaan fungsi dari kedua metoda auto fokus tadi, beginilah gambaran singkatnya :

  • Sistem Quick mode mengharuskan cermin diangkat selama kamera mencari fokus > proses live view akan terhenti sejenak (LCD blank) > terdengar bunyi cermin naik turun > prosesnya memang cepat (sekitar satu detik) namun masih relatif lambat dibanding auto fokus tanpa live-view
  • Sistem Live mode tidak memerlukan cermin diangkat selama kamera mencari fokus > proses live view tidak terganggu karena sensor tidak terhalang cermin > tidak ada suara cermin naik turun > namun sistem yang berbasis contrast-detect ini prosesnya lebih lambat (sekitar 3 detik) dibanding sistem phase-detect.

Terlepas dari untung rugi kedua sistem dari EOD 450D diatas, fitur live-view dengan memakai sensor utama untuk live-view memiliki kelebihan yaitu tampilan di layar benar-benar menampilkan 100% coverage, kemampuan asistensi gambar yang diperbesar untuk manual fokus, kemampuan depth of field preview, dan kepastian bahwa apa yang terlihat di layar adalah apa yang akan tersimpan di memori nantinya (what you see is what you get).

Bagaimana dengan sistem dual sensor?

Karena tidak ada standar pasti untuk desain fitur live-view ini, tidak ada yang salah apabila Sony mendesain kamera seri Alpha A350 (dan A300) terbaru dengan sensor terpisah. Artinya disamping memiliki sensor CCD sebagai sensor utamanya, Sony mengalokasikan sensor khusus untuk live-view sehingga total terdapat dua buah sensor pada kameranya yang memiliki fungsi berbeda. Inilah fakta, keuntungan dan kekurangan dari rancangan Sony :

  • Untuk mengaktifkan mode live-view cukup dilakukan dengan cara menggeser switch mekanik > cermin akan bergeser sedikit (tilt) sehingga bayangan dari lensa akan jatuh di sensor kedua > viewfinder akan tertutup untuk mencegah cahaya mengganggu sensor.
  • Pemakai dapat beralih dari mode live-view ke mode biasa (memotret melalui viewfinder) dan sebaliknya dengan mudah, cukup menggeser switch tadi.
  • Tanpa harus menaik-turunkan cermin, auto fokus tetap dapat dilakukan pada saat mode live-view sedang aktif. Sistem seperti ini meniadakan blank sesaat pada layar LCD, sehingga kecepatan auto fokus saat live-view pada A300/A350 bisa menjadi yang tercepat hingga saat ini.
  • Sensor live-view sebagai sensor tambahan hanya menampilkan sekitar 90 % coverage, memang amat kurang bahkan masih kurang dari coverage viewfinder optiknya.
  • Karena ukuran dan kualitas sensor tambahan ini tidak sebaik sensor utamanya, maka beberapa hal penting tidak dapat dilakukan saat live-view, seperti asistensi gambar yang diperbesar untuk manual fokus, tanpa overlay grafik (histogram atau grid), dan bahkan tidak dapat melakukan preview kerja stabilizernya yang terpasang di sensor utama.

Oleh karena itu sistem dual sensor dari Sony ini lebih cocok dipakai bila kita menginginkan mode live-view yang tidak repot, auto fokus yang cepat dan hampir serasa memakai kamera saku biasa. Sedangkan sistem sensor tunggal lebih bermanfaat bila live-viewnya dipakai untuk memotret pekerjaan yang presisi seperti foto makro atau arsitektur.

Tentu saja fitur baru ini membawa pengalaman tersendiri bagi pemakai kamera DSLR modern. Beberapa manfaat yang didapat dengan fitur ini semestinya dapat menambah kreativitas dalam memotret bahkan memberi keleluasaan memotret dari sudut-sudut ekstrim. Namun perlu dicatat bahwa fitur ini tidak ada kaitannya dengan kualitas gambar yang dibuat oleh kamera DSLR, melainkan hanya sebagai fitur pelengkap yang akan menjadi tren. Banyak kamera DSLR yang tidak dilengkapi fitur ini dan para pemakainya pun tidak pernah mempermasalahkannya, namun bila memang kamera DSLR yang kita miliki telah dilengkapi fitur live-view tentu akan menjadi suatu nilai tambah tersendiri. Sayangnya, meski secara teknis sangat memungkinkan, hingga saat ini belum ada satu kamera DSLR pun yang mengoptimalkan fitur live-view ini menjadi fitur movie.


Sumber : http://fotografi-digital.blogspot.com/2011/02/fitur-fitur-pada-kamera-dslr.html

Continue

Pernahkah memotret objek dengan kamera Digital Single Lens Reflect (DSLR) namun hasilnya kurang optimal karena kurang menguasai ilmu fotografi ? Jika iya, hal itu tidak akan terjadi bila menggunakan kamera semi pofesional (semi pro) buatan Canon lewat seri SX 130.
Kamera semi pro yang didesain khusus untuk penghobi fotografi namun karang ilmu fotografi ini sangat mudah digunakan. Desainya yang elegan dengan kapasitas pixel 12.1 ini dibadrol hanya Rp 2,4 Juta per unit yang telah dilengkapi kartu memori 4 gigabyte. Selain itu, kamera ini telah mengikuti perkembangan teknologi dengan menggunakan High Definition Movie Video (HDMV) dalam perangkat lensanya.
Menurut Yustin Arifianti, salah seorang Pramuniaga MDC Digital Shop Mal Olympic Gareden (MOG), kamera semipro ini memiliki banyak keunggulan di antaranya telah menggunakan DIGIC 4 yang dilengkapi optical zoom mencapai 12 kali dengan wide angle mencapai 18 milimeter.
”Selain itu, kamera ini juga telah dilengkapi dengan Image Stabilizer (IS) yang dapat menghidari kualitas gambar menjadi ngeblur ketika kamera digunakan saat terjadi guncangan,” tuturnya.
Keunggulan lain dari kamera ini adalah adanya LCD ukuran 7.5 cm atau sekitar 3 inci. Kamera ini juga mendukung kualitas HD video hingga 720 p dengan kualitas suara yang sterio. Namun, yang tidak kalah penting bagi pengguna pemula, kamera ini telah dilengkapi dengan fitur Auto Focus yang dapat menangkap fokus pada objek yang dipotret.
SX 130 juga dilengkapi dengan menu servo AF dan AE yang dapat menangkap objek sesuai keinginan pengguna, mana yang lebih fokus antara objek atau beda disekitar objek. Kamera ini digaransi resmi hingga 1 tahun penggunaan normal. Dalam setiap pembelian anda juga akan mendapatkan tas kamera eksklusif selama masa promo

Sumber : http://www.malang-post.com/index.php?option=com_content&view=article&id=26000%3Akamera-semi-pro-kualitas-high-definition&Itemid=79

Continue

Pernahkah memotret objek dengan kamera Digital Single Lens Reflect (DSLR) namun hasilnya kurang optimal karena kurang menguasai ilmu fotografi ? Jika iya, hal itu tidak akan terjadi bila menggunakan kamera semi pofesional (semi pro) buatan Canon lewat seri SX 130.
Kamera semi pro yang didesain khusus untuk penghobi fotografi namun karang ilmu fotografi ini sangat mudah digunakan. Desainya yang elegan dengan kapasitas pixel 12.1 ini dibadrol hanya Rp 2,4 Juta per unit yang telah dilengkapi kartu memori 4 gigabyte. Selain itu, kamera ini telah mengikuti perkembangan teknologi dengan menggunakan High Definition Movie Video (HDMV) dalam perangkat lensanya.
Menurut Yustin Arifianti, salah seorang Pramuniaga MDC Digital Shop Mal Olympic Gareden (MOG), kamera semipro ini memiliki banyak keunggulan di antaranya telah menggunakan DIGIC 4 yang dilengkapi optical zoom mencapai 12 kali dengan wide angle mencapai 18 milimeter.
”Selain itu, kamera ini juga telah dilengkapi dengan Image Stabilizer (IS) yang dapat menghidari kualitas gambar menjadi ngeblur ketika kamera digunakan saat terjadi guncangan,” tuturnya.
Keunggulan lain dari kamera ini adalah adanya LCD ukuran 7.5 cm atau sekitar 3 inci. Kamera ini juga mendukung kualitas HD video hingga 720 p dengan kualitas suara yang sterio. Namun, yang tidak kalah penting bagi pengguna pemula, kamera ini telah dilengkapi dengan fitur Auto Focus yang dapat menangkap fokus pada objek yang dipotret.
SX 130 juga dilengkapi dengan menu servo AF dan AE yang dapat menangkap objek sesuai keinginan pengguna, mana yang lebih fokus antara objek atau beda disekitar objek. Kamera ini digaransi resmi hingga 1 tahun penggunaan normal. Dalam setiap pembelian anda juga akan mendapatkan tas kamera eksklusif selama masa promo

Continue

Kamera type ini adalah jenis kamera yang paling sederhana, di desain untuk mereka yang awam terhadap ilmu fotografi. Hampir semua merk camera mengeluarkan kamera jenis ini, untuk merk Canon, mereka membuat jajaran IXUS untuk kamera jenis pocket. Untuk mengambil gambar, produsen kamera menetapkan prosedur yang sangat sederhana yaitu POINT and SHOOT. Kelebihan kamera ini tentunya adalah harganya termurah dibanding kamera lainnya, namun kamera jenis ini jarang yang memberikan fasilitas MANUAL SHOOT karena memang didesain untuk awam fotografer. Oleh sebab itu, jika anda berencana untuk mendalami fotografi bawah air, anda tidak disarankan untuk memilih kamera jenis ini.
Kamera type ini adalah jenis kamera yang paling sederhana, di desain untuk mereka yang awam terhadap ilmu fotografi. Hampir semua merk camera mengeluarkan kamera jenis ini, untuk merk Canon, mereka membuat jajaran IXUS untuk kamera jenis pocket. Untuk mengambil gambar, produsen kamera menetapkan prosedur yang sangat sederhana yaitu POINT and SHOOT. Kelebihan kamera ini tentunya adalah harganya termurah dibanding kamera lainnya, namun kamera jenis ini jarang yang memberikan fasilitas MANUAL SHOOT karena memang didesain untuk awam fotografer. Oleh sebab itu, jika anda berencana untuk mendalami fotografi bawah air, anda tidak disarankan untuk memilih kamera jenis ini.

Bisa pake bingkai foto
http://farm4.static.flickr.com/3603/3423336832_839295ee69_o.jpg

Bisa ngatur ukuran foto
http://farm4.static.flickr.com/3362/3422531671_0c5197371e_o.jpg

Bisa nambahin tulisan & gambar yang lucu
http://farm4.static.flickr.com/3601/3422531833_511f3ac383_o.jpg

Bisa dimainin kontras warna
http://farm4.static.flickr.com/3355/3423335610_5db60a3efd_o.jpg

Bisa otomatis ubah foto jadi hitam putih atau sephia
http://farm4.static.flickr.com/3577/3422530159_3cecdc88ee_o.jpg

Bisa nambahin balon kata-kata
http://farm4.static.flickr.com/3416/3422530311_141b9d7d2c_o.jpg

Bisa bikin foto jadi berkilau haha.. “bloom” maksudnya
http://farm4.static.flickr.com/3306/3422530493_da22af8d38_o.jpg

Bisa atur gelap-terangnya
http://farm4.static.flickr.com/3648/3422530675_44dbccec16_o.jpg

Bisa kombinasiin beberapa foto jadi satu
http://farm4.static.flickr.com/3334/3437932685_859d8af880_o.jpg

Bisa potong foto
http://farm4.static.flickr.com/3559/3437934775_2e062b154c_o.jpg

Bisa bikin banyak efek
http://farm4.static.flickr.com/3625/3437934423_aec8e4bfdc_o.jpg


Bisa seleksi efek bagian tertentu
http://farm4.static.flickr.com/3324/3423336934_c72554ff59_o.jpg

Bisa fokus area
http://farm4.static.flickr.com/3642/3423337414_12c26cf86c_o.jpg

Bisa bikin animasi
http://farm4.static.flickr.com/3543/3438745902_71c37978fc_o.jpg

Sumber : http://ngintipmerina.blogspot.com/search/label/Photography

Continue

Fitur - Fitur Kamera HP

Resolusi

Diukur dalam megapixel dan memiliki arti jumlah pixel yang terdapat dalam bidang 1 inchi. Biasanya semakin besar angka megapixel maka foto dapat dicetak lebih besar dan jelas. Namun hal ini akan berimbas pada besarnya ukuran file foto dan akan cepat memenuhi memory card ponsel.

Autofokus

Ponsel kamera NokiaFitur autofokus berfungsi untuk memfokuskan objek tertentu yang ada pada hasil foto. Bila anda memilih kamera tanpa fitur autofokus (fixed focus) kemungkinan besar foto yang dihasilkan akan blur (buram).

Ada kalanya foto akan terlihat memiliki fokus yang tepat saat dilihat dari layar handphone, tapi ketika anda melihatnya dikomputer atau setelah foto diprint anda akan menyadari bahwa sebenarnya hasil foto tersebut blur.
Banyak dari kita menyepelekan fitur autofokus ini, namun bila menginginkan hasil foto yang baik autofokus merupakan fitur wajib.

Frames per second (FPS)

Ponsel kamera menyediakan juga fitur perekam video, dan kamera dengan megapixel besar biasanya akan menghasilkan video dengan kualitas biasa karena merekam dengan fps yang rendah.

Video merupakan kumpulan gambar yang diambil secara berurutan, semakin banyak gambar yang dapat diambil dalam 1 detik maka semakin mulus video yang dihasilkan.
24 FPS adalah nilai minimal yang harus anda pilih, sementara dengan nilai 30 FPS akan menghasilkan video yang berkualitas. Dan sebagai fitur tambahan, periksa juga apakah handphone kamera tersebut dalam merekam dalam format HD (minimal 720 p)

Flash

Untuk pengambilan foto didalam ruangan lampu flash merupakan fitur yang sangat penting.
Ada 3 macam tipe lampu flash, yang terbaik dan juga paling mahal adalah Xenon Flash.
Cahaya yang dihasilkan dari lampu Xenon Flash menghasilkan cahaya +/- 1000 kali lebih terang dari tipe LED, namun Xenon flash memerlukan daya baterai yang lebih besar, yang akan membuat baterai handphone lebih cepat habis.

Pilihan kedua adalah Dual LED Flash. Lampu flash tipe ini menggunakan daya baterai yang lebih hemat tapi cahaya yang dihasilkan kurang terang. Ada juga Single LED Flash, namun cahaya yang dihasilkan sangat redup dan hampir tidak berguna.

Lensa dan sensor kamera

Lensa kamera merupakan faktor kunci dari handphone kamera, lensa yang baik menghasilkan foto yang berkualitas. Bila memungkinkan cari handphone yang menggunakan merek lensa terkenal, contohnya Carl Zeiss.

Gambar bagian belakang Nokia N86

Sensor kamera, ada dua tipe sensor kamera yaitu CCD (charge coupled device) dan CMOS (complementary metal oxide semiconductor); InfoTeknologi.com menyarankan memilih handphone kamera yang menggunakan sensor CCD, karena hasil foto akan lebih baik dan tajam. Dan biasanya semakin besar ukuran sensor semakin bagus juga hasil fotonya. Sensor yang besar biasanya direfleksikan dari ukuran lensa kamera handphone (semakin besar semakin baik)

White balance, exposure, dan scene mode

White balance membantu pengaturan exposure (bukaan lensa) berdasarkan kondisi cahaya sekitar. Tanpa adanya white balance dan exposure, anda akan mendapatkan hasil foto yang aneh; dimana bila anda menfoto langit biru disiang hari, hasilnya akan menjadi berwarna putih

Scene mode membantu pengaturan exposure kamera sesuai dengan kondisi pencahayaan saat malam, siang hari, berawan, indoor (incandescent dan fluorescent).
Setting ini memudahkan kita mengambil foto yang bagus tanpa perlu mengatur secara manual White balance.

Fitur tambahan lainnya yang perlu dipertimbangkan (opsional):

Fitur Face detection pada kameraFace detection, teknologi untuk mengenali wajah dan melakukan fokus di wajah, sehingga foto tidak akan fokus ditengah-tengah gambar.

Cari handphone kamera yang memungkinkan upload foto dan video langsung dari handphone ke situs semacam Faceboo, Youtube atau Picasa.

Image stabilisation, fitur yang berguna bagi mereka yang memiliki tangan yang gemetar saat mengambil foto sehingga hasil foto tidak berbayang

User interface yang mudah, tombol kamera dan penutup lensa kamera merupakan fitur tambahan terakhir yang InfoTeknologi.com sarankan.


Sumber : http://www.infoteknologi.com/selular/tips-memilih-handphone-kamera/

Continue

1. Kamera HP

















2. Kamera Saku / Pocket : Kamera type ini adalah jenis kamera yang paling sederhana, di desain untuk mereka yang awam terhadap ilmu fotografi.















3. Prosumer Camera / Kamera Semi Professional :

Kamera jenis ini didesain untuk mereka yang antusias terhadap fotografi, namun belum memiliki dana yang cukup untuk membeli sistem kamera professional sekelas DSLR (Digital Single Lens Reflex). Kamera ini mirip dengan jenis pocket, namun memiliki fungsi kamera yang setara dengan kamera DSLR.








4. Digital Single Lens Reflex (DSLR) Professional Camera : Kamera ini adalah type professional, didesain untuk mereka para professional fotografer yang sudah mengerti betul aspek aspek ilmu fotografi. Perlu dicatat bahwa secanggih-canggihnya kamera jika tidak ditunjang oleh kehandalan fotografer, maka hasilnya nyaris nol besar.













5. HOUSING Camera : Kamera Digital saja belum cukup untuk kegiatan fotografi bawah air. Agar aman untuk digunakan didalam air, kamera memerlukan pelindung agar menjadi kedap air. Alat pelindung tersebut lazim disebut HOUSING / Rumah.











6. Kamera Lomo : Leningsradskoye Optiko Mechaninicheskoye Obyedinenie . Kamera ini memiliki hasil jepretan yang khas dan unik. Kenapa? Karena kamera ini memiliki lensa yang pada bagian tepi frame-nya terdapat distorsi (exposure) dan bagian tengah yang jernih. Inilah yang membuat kamera ini menjadi kamera yang unik. Uniknya lagi, kamera ini mempunyai lebih dari satu lensa, jadi bisa menghasilkan gambar yang unik juga.












7. Kamera Studio : Kamera jenis ini selain memiliki kemampuan tersendiri juga ada beberapa adjustment yang dikontrol, alat tersebut bernama camera control unit atau lebih dikenal dengan CCU. Seperti system kamera jenis lainnya, kamera studio bertumpu pada pelurusan sirkuit akan tetapi tehnik digital sekarang memiliki pre-set pada semua penyetelan sirkuit terutama pada kamera studio modern.
Karena ukuran kamera studio sangat berat maka kamera studio biasanya terpasang pada dolly agar bisa berpindah atau digeser secara halus.








Continue